Rabu, 18 Juli 2012

KISAH UANG LOGAM 5 RATUS RUPIAH

Pengantar : Ini adalah sebuah Kisah Nyata dari seorang gadis yang menemukan Hikmah Besar dari uang logam 500 rupiah. Berikut adalah kisahnya...



Di suatu siang seorang gadis yang bernama Ara tampak tersenyum membuka isi SMS di telepon genggamnya. Ara adalah anak yang penyemangat, terutama jika ia mempelajari suatu hal yang baru yang menarik hatinya. Siang itu Ara mendapatkan undangan suatu pelatihan merajut dari temannya. Betapa antusiasnya Ara mendengar bahwa dirinya bisa mendapatkan pelatihan merajut gratis dari temannya.

Siang itu matahari terasa lebih kuat sinarnya, tapi tak buat Ara urungkan niatnya untuk pergi. Ara pun bersiap-siap untuk pergi siang itu. Karena Ara masih bersekolah, seperti biasa ia meminta uang bekal kepada Ibunya. Tapi di luar dugaan ternyata Ibunya sedang tidak mempunyai uang, sehingga Ara hanya mengandalkan uang yang tersisa di dompetnya. 

Betapa kagetnya Ara padahal ia sudah sangat bersemangat. Tapi bukan Ara namanya jika berhenti sampai di situ. Ara tidak mengurungkan niatnya untuk pergi. Dengan berbekal uang seadanya Ara pun pergi, lebih tepatnya memaksakan pergi. Ia hanya membawa uang 3000 rupiah. Mungkin hanya cukup untuk satu kali naik bis kota saja. Tapi Ara memang anak yang mempunyai tekad yang sekuat baja, dengan berbekal uang seadanya ia pergi dengan semangat, walau ada rasa cemas dihatainya. Fikirnya ia sangat mungkin akan terlambat. Dengan uang 3000 rupiah, artinya Ara harus menyiapkan tenaga tambahan untuk berjalan kaki, hingga bisa sampai ke tempat tujuan.

Ara berdiri dari kursi tempat duduknya di dalam bis, tidak terasa sudah setengah jalan, Ara membayarkan 2000 rupiah kepada kernet bis, lalu segera turun dari dalam bis. Kini sisa uang di dompet Ara hanya tinggal 1000 rupiah. Ara menghirup nafas panjang, bersiap melanjutkan setengah perjalanannya. 

Matahari sudah semakin tinggi, Ara mulai melangkahkan kakinya terus dan terus. Untuk menghilangkan rasa capai Ara selalu membayangkan hal-hal indah yang pernah ia alami, fikirnya ini adalah cara yang ampuh untuk menghilangkan rasa capainya.

Hampir setengah jam Ara berjalan, masih juga belum sampai, mungkin butuh waktu sejam lagi hingga sampai pada tempat yang dituju. Dengan kaki yang berjalan gontai dan wajah yang mulai lusuh dengan bulir keringat, Ara berbisik dalam hatinya: "Ya Alloh andai saja aku temukan sekeping uang 500 rupiah, hingga aku satukan dengan sisa uang yang ada dalam dompetku, agar aku bisa naik kendaraan umum, hingga ku sampai ke tempat tujuanku".

Ara terus melangkahkan kakinya, kali ini ia berjalan agak cepat. Belum lama ia berjalan, tiba-tiba matanya disilaukan dengan kilatan cahaya yang menerpa kedua matanya... AJAIB... Ara menemukan sekeping uang logam 500 rupiah. 

Ara tidak langsung mengambilnya. Ia tertegun sebentar, darah dalam tubuhnya seakan bergetar, jantungnya berdegup kencang, ia tak kuasa menahan tangis, Alloh seketika menjawab doanya. Dengan air mata yang masih menetes ia mengambil sekeping logam 500 rupiah bewarna keemasan, lalu ia mengucapkan syukur, "Ya Rabb aku semakin yakin Engkau begitu dekat bahkan lebih dekat dari urat leherku sendiri, engkau menjawab doaku bahkan sebelum bibirku berucap, Terimakasih Ya Rabb" , Ara mengusap air matanya dengan uang logam di genggaman tangannya. 

(Dianara Khansa)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar