Minggu, 16 Maret 2014

Sebuah Kado Perjalanan ke Tanah Angin Mamiri


(Rabu, 5 Maret 2014)
Sore itu seperti biasa, aku masih terpaku ke layar monitor komputerku. Antrian data di kolom-kolom Excel masih menunggu untuk dicek satu persatu. Ya beginilah tugasku setiap harinya, menjadi seorang tracer, melacak satu persatu pengiriman sparepart BTS dari satu kota ke kota lainnya. Memastikan perjalanan sparepart yang dikirim aman dan bisa sampai tepat waktu. Aku pikir pekerjaanku ini mirip-mirip lah kayak Ditektif Conan, melacak jejak, tepatya melacak jejak sparepart, hehehehe.

Saat tengah asik bekerja, terlintas di benakku, “Kapan ya Aku bisa refresh sejenak, jalan-jalan ke tempat-tempat yang indah, kayal Yogya, Bali, Makassar, atau Belitung gitu. Hmm... tapi bagaimana mungkin, aku lagi gak ada budget buat jalan-jalan.” Akhirnya WUUUUSH khayalan tentang liburan itu pun menghilang, bagaikan hilangnya KEPULAN ASAP hehehehe. Ya sudah... tarik nafas panjang saja... dan... saatnya... KEMBALI BEKERJA.

Sampai KEJUTAN itu pun tiba. Salah satu temanku di bagian distribusi sparepart menginformasikan sebuah PENGUMUMAN PENTING “Hei woro-woro, ini ada sparepart yang harus dikirim segera nih URGENT, siapa nih yang mau handcarry ke Makassar?” SEBUAH IDE CEMERLANG tiba-tiba muncul ke PERMUKAAN “AHA... Ini dia saatnya!!!” kataku dalam hati.

“AKU MAU... AKU MAUUU!!!” kataku dengan suara yang AMAT KERAS, suaraku sepertinya hampir menggetarkan seisi ruangan. Rasanya itu kayak ngejawab SOAL BERHADIAH di salah satu KUIS di Televisi. Rasanya itu kayak anak kecil dikasih mainan PALING KEREN SEDUNIA hehehe. Senyumku mekar seperti layaknya bunga Mawar Merah yang merekah.

Tapi EIIITS baru aja aku kegirangan, TIBA-TIBA... bagaikan suara PETIR di SIANG BOLONG, “DUAAAAAR!!!” aku harus menahan dulu senyumku. Salah seorang atasanku mengatakan untuk Handcarry Service (pengantaran sparepart secara langsung) ke Makassar itu diupayakan sama yang cowok aja dulu. Atasanku khawatir kalo cewek yang pergi, khawatirnya kurang aman.

“YAAAAAAH...GA JADI DEH...” kataku dalam hati 

“Belum saat nya mungkin aku ke Makassar...”. Aku pun langsung pergi untuk mengambil air wudhu, karena waktu itu sudah masuk waktu solah Asar. 

“Aku ikhlas jika memang ini belum rezekiku Ya Alloh.” Lanjutku dalam hati.


Tapi SEBENTAR-SEBENTAR ada sayup-sayup orang memanggil-manggil namaku. Seusai berwudhu temanku yang berwana Tiena berteriak ke arahku “Lin kamu siap-siap sekarang ya, kata pa Suryo kamu yang bakalan ditugasin buat Hand Carry ke Makassar. Tadi aku bilang ke beliau, kalo kamu cewek yang berani buat pergi ke Makassar sendirian. Nah pa Suryo udah Ok and ACC kamu buat pergi kesana.”

SUBHANALLOH, ALLHAMDULILLAH, Alloh itu Baik Banget, di saat aku udah ngikhlasin buat ga pergi, alhamdulillah dalam waktu yang SECEPAT KILAT, dalam hitungan menit saja, langsung deh aku dikasih TIKET EMAS buat ke Makassar. Hmm... rezeki mamang takkan kemana.

Saking senengnya aku senyum-senyum sendiri. "YES MAKASSAR AKU DATANG."

Ga nyangka banget, akhirnya aku bisa terbang ke Makassar, padahal sebelumnya ga kebayang. Dengan satu doa kecil saja, bahkan belum terucap di bibir, Alloh udah ngabulin itu semua.

Saking senengnya mau berangkat ke Makassar, pengen rasanya lompat-lompat, tapi malu sama atasan hehehe. Pengen teriak tapi takut disangkain orang STRES. Akhirnya Aku hanya bisa mengulang-ngulang untaian kata “Makasih ya Alloh, Engkau selalu tahu cara untuk menghiburku. Thank You my Lord... My God... Alloh.”

(Kamis, 6 Maret 2014)
Saking takut ketinggalan pesawat, gak tau kenapa ini mata susah banget meremnya, alhasil aku melek sampe subuh. Mmm... maklum ya si Aku ini seumur-umur belum pernah naik pesawat terbang, kalo pake pesawat telepon sih sering hehehe. Alhamdulillah, atas ijin Alloh akhirnya aku bisa terbang juga, walaupun ga bisa terbang kayak Kupu-kupu, Burung Elang atau pun Superman, ya lumayan lah bisa terbang di langit luas, numpang sama si Burung Raksasa, dan akhirnya... “Makassar I’m Comming”.

Subuh itu tepat pukul 01:00 dini hari aku diantarkan Bang Baim rekan sekantor menuju bandara Sukarno Hatta.  Karena kasian liat bang Baim yang tertidur hanya sejenak, akhirnya aku memutuskan untuk menyeduh segelas Kopi hangat yang merknya... NIIIIIT (maaf gak bisa disebutin). Dengan meminum seteguk air kopi, mata bang Baim alhamdulillah akhirnya bisa terbuka LEBAR dan MELOTOT dengan SEMPURNA sehingga bisa ON dan meluncur menuju bandara.

Dinginnya udara Jakarta di waktu subuh, tak mengurangi semangatku untuk berangkat. Sambil bersenandung lagu anak-anak aku menyanyi dalam hati, "Ku duduk samping Bang Baim yang sedang bekerja, mengendarai mobil, supaya baik jalannya." hehehehe.

Aku tiba di Bandara Sukarno Hatta pukul 02:00. Alhamdulillah aku tidak terlambat, malah aku tiba lebih awal dari perkiraan. Akhirnya tepat pkl. 02:30 aku berpamitan dengan Bang Baim dan Arfin untuk check-in tiket pesawat.

SSSTTT... jujur nih, disamping EXITED banget buat pergi ke Makassar, aslinya si Aku rada-rada DAG-DIG-DUG-DEEER alias deg-deg gan, soalnya ini kali pertama aku naik pesawat. Aduh si Aku yah, kasian banget belum pernah naik pesawat. KASIAN DEH AKU hehehe. Aku jadi rada clingak-clinguk tuh di Bandara hehehehe. Kalo ada yang merhatiin pasti bilang gini “KOK BINGUNG BANGET KELIATANNYA NENG, NYASAR NENG?” hehehehe.

Tapi untung aja, di kantor udah dtraining dulu sama temen-temen biar gak bengong banget pas Check-in di Bandara. Alhamdulillah akhirnya Aku lulus uji nyali. Aku berhasil melalui proses administrasi di Bandara yang lumayan agak menegangkan (menegangku karena aku takut salah hehehe), dan LUAR BIASA aku berhasil untuk tidak melambaikan tangan ke kamera SODARA-SODARA. Coba kalo lambaikan tangan ke kamera... kan malu, bisa bisa didatengin Hari Panca lagi hehehehe. (NB: Terimakasih untuk bapak PIC dan Momy yang udah ngasih training tata cara Naik Pesawat Terbang hehehehe).

Sesudah berhasil melewati setiap tantangan, akhirnya Aku berhasil masuk ke dalam pesawat dan menemukan kursi yang sesuai dengan yang tertera di Tiket Pesawat. Aku pun duduk manis di kursi tengah, tepat di samping seorang Ibu dengan kerudung Ungu nya.

Sang Ibu tersenyum ramah ke Arahku. “Sendiri De” sapa si Ibu. “Ia Bu, kataku.” Dan berawal dari sana, seperti kebisaan wanita-wanita lainnya saat bertemu dengan sesamanya, akhirnya terjadilah percakapan yang CUKUP SERU antara dua orang penumpang yang baru dipertemukan, setelah sekian lama tidak berjumpa hehehehe.

Nama Ibu ini bu Lina, ia Ibu dengan 3 orang anak. Bu Lina berasal dari Jambi, ia hendak menjenguk mertuanya yang tengah sakit di Makassar. Inilah salah satu bagian yang aku suka saat melakukan sebuah perjalanan, yakni MENJUMPAI dan MENGENAL ORANG-ORANG BARU.

Beralih ke cerita yang lain. Penerbangan pun dimulai. Semua penumpang diperintahkan mengencangkan ikat pinggang. Dan bismillah aku pun mengucapkan doa naik kendaraan. “Subhaanal ladzii sakhkhorolanaa haadzaa wamaa kunnaa lahuu muqriniina wa innaa ilaa Robbinaa lamunqolibuun.” Artinya : “Maha Suci (Tuhan) yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.”

Allhamdulillah pesawat pun bisa terbang dengan mulus. Walaupun mengantuk aku belum tidur sedikit pun sebelum keberangkatan, mataku sepertinya tak mau TERTIDUR. Aku tak mau melewatkan pengalamanku dalam perjalanan kali ini.

Walau tempat duduku tak persis di samping jendela, aku masih bisa menengok ke arah jendela. Subhanalloh, kala itu pagi menjelang subuh langit masih gelap, terlihat pemandangan lampu-lampu kota dari atas pesawat. Kutengok ke arah jarum jam di pergelangan tanganku, sudah saatnya waktu subuh, akupun melakukan solat 2 rakaat.ALHAMDULILLAH.

Usai solat subuh aku pandangi lukisan alam dari balik jendela pesawat. Pemandangan yang amat luar biasa tatkala warna jingga dan biru berpadu, saling memenuhi dan menghiasi langit. Subhanalloh aku terbang di atas langitmu Ya Alloh. Subhanalloh betapa Kuasanya Engkau menciptakanku, menciptakan manusia dengan kecerdasannya hingga karenanya pesawat ini bisa dibuat, dan Engkau pula lah yang MAHA KUASA menciptakan LANGIT LUAS beserta SEGALA KEINDAHANNYA.



Awan-awan putih berarak, tak hanya sedikit, awan-awan itu berkumpul, bergerombol, bahkan membentuk hamparan seperti kapas yang putih dan lembut. Melihat awan-awan itu mengingatkanku pada film Doraemon, dimana Doraemon pernah mengajak Nobita dan kawan-kawan mengunjungi sebuah Kerajaan di atas awan. Gimana ya kalau aku jadi Nobita, terus keluar dari pesawat, terus turun deh loncat ke atas hamparan awan, tapi HUUUS AH... jangan kelamaan ngelamunnya.

Nah sekarang mending nyanyiin lagunya NEGERI di AWAN nya Katon Bagaskara. “KAU NYANYIKAN UNTUKKU SEBUAH LAGU... TENTANG NEGERI DI AWAN...” Hhhmm... pengennya sih nyanyi sekencang-kencangnya, tapi karena masih punya malu, akhirnya nyanyinya di dalam hati saja, sambil memandangi awan-awan putih yang masih berarak, menari membentuk gumpalan-gumpalan putih yang menyerupai aneka bentuk, Subhanalloh indaaaah... sekaaali...

Mungkin bagi mereka yang sering naik pesawat terbang, hal-hal kayak gini ini hal bisa ya, tapi tidak bagiku, karena bagiku ini pengalaman yang luar biasa, tak hanya melakukan perjalanan biasa. Ini adalah perjalanan pertamaku melintasi daratan  pulau Jawa, menguji nyaliku mengalahkkan rasa takutku, membawa harapan ingin menginjakkan kakiku di tanah Angin Mamiri, tanah Makassar.

ALHAMDULILLAH hari Kamis tgl. 6 Maret 2014 pkl 07.30 WITA aku tiba di Makassar. Sesampainya di Makassar tempat yang pertama kukunjungi adalah rumah pa Hari (FSL Kota Makassar) yang juga rekan kerjaku. Aku disambut hangat oleh pa Hari sekeluarga. Alhamdulillah, sparepart nya langsung aku berikan saat itu juga. Karena pesawat dari Makassar menuju Jakarta baru berangkat keesokan paginya, seusai mengantarkan sparepart, Pa Hari dan keluarga mengajakku untuk berkeliling kota Makassar. Mulai dari menengok keindahan pantai Losari, melewati benteng Fort Rotterdam (benteng peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo), mesjid raya Makassar, Mesjid Terapung, Universitas Hasanudin, mencicipi Coto Makassar juga Ikan Bakar Rica-Rica.

Ada 3 hal unik yang aku dapat selama Aku jalan-jalan di Makassar. Pertama, saat Aku diajak mencicipi Coto Makassar. Ada hal lucu yang buatku tertawa. Saat aku hendak memesan Coto Makassar istrinya pa Hari yang bernama Bu Dina berujar, “Teh, mau pake apa Cotonya, disini dagingnya bisa milih ada daging sapi sama jeroan yang lain.” Nah karena aku suka daging sapi sama babat, akhirnya aku langsung saja pesan “BU aku pake DAGING sama BABAT ya Bu.” Kataku pada si penjual Coto. Nah si Ibu yang jual Coto malah bengong aja. Terus aku ulang lagi pesananku dengan perlahan “Aku pake DAGING sama BABAAAAT ya Bu.” Nah si Ibu diem lagi. Akhirnya kita berdua saling terdiam beberapa detik HENIIIING... 1...2...3... sampe DUEEEER, istrinya pa Hari berujar. “Bu si bak ini pesen DAGING sama HANDUK.”



“Apa... HANDUUUUUK? Orang mau makan malah mesen Handuk.” Kataku dalam hati sembari mikir karena kebingungan. Nah istrinya pa Hari Cuma ketawa aja. “Teh saya lupa, orang sini ga kenal BABAT Teh, disini BABAT disebutnya HANDUK.” Mendengar perkataan Bu Dina, sontak aku langsung tertawa. “Oh ya ya saya pake DAGING sama HANDUUUK Bu!!!.” Kataku mengulang pesananku pada Ibu penjual Coto. Ternyata BABAT itu dikenal dengan sebutan HANDUK kalau di Makassar. Jadi kalo ada orang Makassar mau kasih Handuk jangan kebayang Handuk buat mandi ya, hehehehe.

Hal unik lainnya adalah BENTOR. Bentor adalah kendaraan khas nya kota Makassar. Bentor ini singkatan dari Beca dan Motor, dimana bagian depannya itu BECA dan bagian belakangnya itu MOTOR. Sayangnya Aku tidak sempat mencoba gimana nih rasanya naik BENTOR, karena sore itu pa Hari sedang banyak tugas. Akhirnya aku beserta keluarga pa Hari kembali ke rumah.



Selain HANDUK dan BENTOR, hal unik lainnya dari kota Makassar adalah adanya adat kebiasaan saat Laki-laki melamar Wanita. Yaitu adanya “panaik” atau uang belanja. Dimana sebelum melangsungkan pernikahan pihak laki-laki mengajukan kesanggupan untuk membiayai pernikahan sesuai kesepakatan kedua belah pihak. Mungkin bagi orang lain hal ini akan sangat memberatkan si lelaki, tetapi maksud dari adanya uang panaik ini adalah untuk membuktikan kepada orang tua si perempuan bahwa si lelaki ini benar-benar mampu menjamin hidup anak perempuannya karena memang tidak mudah menyerahkan kehidupan seorang anak kepada orang lain. Disinilah dilihat bagaimana kerja kerasnya untuk menghasilkan uang dan keseriusannya. Begitu konon katanya.

Subanalloh, perjalanan kali ini memberikan pengetahuan dan pengalaman yang amat banyak. Aku mendapat banyak pengetahuan, pengalaman dan hikmah yang amat banyak. Satu hal yang lebih dimaknai bahwa perbedaan itu ada agar kita bisa saling mengenal. Seperti yang Alloh terangkan dalam Al-Qur’an : “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al-Hujurat:13)

Siang itu walaupun cuaca agak panas, tak menyurutkan semangatku untuk menginjakkan kaki se pinggir pantai Losari. Memandangi laut, kapal-kapal kecil, dan deretan bangunan sepanjang pantai sambil merasakan semilir angin yang cukup mengimbangi teriknya matahari siang itu. Walaupun tak bisa berlama-lama, akhirnya aku bisa mengambil beberapa foto. Pikirku foto-foto inilah yang akan menjadi SEJARAH, sejarah perjalananku, yang insya Alloh akan kuceritakan semua hikmahnya kepada anak-cucuku, keluargaku, kerabat dan teman-temanku. 

Alhamdulillah atas ijin Alloh aku akhirnya bisa menginjakkan kakiku di  tanah Angin Mamiri, Tanah para Daeng... Tanah Makassar. Aku semakin manyadari betul bahwa Alloh itu Maha Kaya, Alloh itu amat luas Kerajaannya, dan benar bahwa... BUMI ALLOH itu AMAT LUAS.Satu hal lagi, bahwa kita harus mempunyai MIMPI, mengupayakan mimpi itu dan teruslah berdoa, karena atas ijin Alloh, MIMPI-MIMPI KITA AKAN TERWUJUD. Aamiin. :)


” Apabila sholat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu dibumi carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung” (QS 62:10)

Subhanalloh... Allohu Akbar.










Tidak ada komentar:

Posting Komentar